Rabu, 04 Agustus 2010

Apa kabar tanaman hias

Era keemasan tanaman hias berlalu lebih dari dua tahun, terasa sepi dan menyakitkan.
Satu persatu kawan hilang bak di telan bumi, tak ada kabar berita, tak ada sms ataupun miscall. Sudah banyak petani dan pedagang tanaman hias yang rontok di telan perubahan, dan banyak pula yang masih berharap kebangkitan datang, termasuk gw bro....heheheh.
Alhamdulillah sampai hari ini masih aktif memperbanyak tanaman sambil baca baca "mantra".......hahahah...euuudan tenan.

Kalau dada ini dibelah akan terlihat betapa hati ini sudah tercabik-cabik,.....ihhhh sereeem. Itulah kenyataan sampai detik ini bagi kami yang berteduh pada dedaunan dan ranting pohon yang sudah rapuh. Menjaga untuk tetap bertahanpun seperti keniscayaan. Ini adalah dunia kami, dunia dimana kami dulu tertawa, dunia tempat kami bersenda gurau dan di dunia ini pula kami menangis.

Lalu sampai kapan kami akan menangis? ahh..., tangisan itu sudah berubah menjadi jeritan, sudah tak ada airmata. dan apa yang dapat di perbuat?
Hadapi kenyataan hari ini dengan tegar dan tak perlu menyerah. Buktinya,..saya, anda dan kita semua masih dapat menghirup udara segar hari ini. Nafas ini masih bergemuruh dalam aliran darah, Tetaplah "HIDUP" karena esok adalah harapan.

Untuk kawan kawan yang masih bersedih hati,.....Anda tidak sendirian: Keep your spirit


.

Kamis, 12 November 2009

Pohon JALITRI

Rabu kemaren saya libur kerja. Sepakat sama istri, rencananya ke keliling di kecamatan Pagedangan, sekalian silaturrahmi dengan kong Roji. Kong Roji seorang petani tanaman hias yang sedang galak-galaknya memperbanyak bonsai dari pohon jalitri yang di kombinasikan dengan anting putri atau jasmine.

Sampai di pondokan Kong Roji, saya langsung menuju lokasi kongkow di tengah kebun, sementara istri saya menghilang di kerumunan ibu ibu yang sedang berbelanja sayuran di warung seberang jalan kebun kong Roji.
Rokok 234 plus kopi hitam manis yang di sediakan kong Roji saya nikmati dalam dalam. Sesaat saya lupakan godaan masalah yang terlanjur beroperasi di pikiran. Mantapp.....tidak dianjurkan bagi orang yang tak suka merokok.

Kong Roji banyak bercerita soal Pohon jalitri dan keunggulannya, saya hanya manggut manggut.
Pohon jalitri memang unik, batangnya bisa untuk bahan okulasi tanaman seperti anting putri dan jasmine.
Harga jualnya juga bervariasi, tergantung ukuran dan keunikan dari tampilan pohon setelah di finishing. Pohon jalitri ukuran tinggi 1m-2m yang sudah di okulasi dengan anting putri atau jasmine di jual mulai 150rb.

Tertarik untuk membuktikan hasil perbincangan dengan kong roji, saya memberanikan diri jajan sepuluh pohon jalitri kong Roji.
Tentu ada pertimbangan, setidaknya ada peluang untuk mengikuti jejak kong Roji. Selanjutnya, saya kepingin berburu pohon jalitri, Ada yang bisa bantu?
Saya sudah cari informasi tentang pohon jalitri di internet, minim sekali informasinya. Bila anda yang berdomisili di jasinga, Rangkasbitung, Pandeglang, Serang, Malingping dan Purwakarta punya informasi dan bisa bantu saya kontak aja ya.

Bagi anda yang juga ingin tahu soal jalitri, anting putri dan jasmine, datanglah ke penjual tanaman hias di kota anda, jangan malu bertanya.

Rabu, 11 November 2009

Rumah Minimalis di tengah kebun

Hari minggu kemarin, saya ke desa sukamanah, melihat lihat kebun. Tarik nafas yang panjang, ternyata selama musim kemarau kemaren...lahan kebun saya hangus terbakar. Pohon Lengkeng, Alpukat dan jambu air yang di tanam awal tahun 2009 tak ada sisa. yang tersisa hanya Pohon pohon akasia dan pohon jati.

Tanahnya sudah di bajak, sama pak haji Sulaeman. Sebagian sudah di tanami jagung, terlihat benih benih jagung yang mulai tumbuh. Saya masih beruntung pak haji Sulaeman masih mau menggarap lahan ini, jadi lebih terawat.
Saya membayangkan sebuah keinginan untuk membuat rumah kecil berbahan sederhana seperti kayu dan bambu. Dengan ukuran minimalis, cukup satu kamar tidur, satu toilet, ruang bersama dan teras dengan halaman luas yang di penuhi rumput gajah mini dan beberapa palem kenari atau tanaman lain seperti bougenvile dan jasmine.

Di belakang halaman yang luas membentang itu, sebaiknya di tanami pohon sengon saja, atau pohon buah buahan. Masih banyak lahan lahan, atau kebun milik masyarakat yang di jual. kalau lahan lahan itu di hijaukan kembali tentu desa sukamanah akan tampak hijau berseri.

Tampak dari kejauhan sapi yang sedang membajak sawah terjerembab kelelahan, aku hanya bisa tertawa...hahahah sapi nya sudah loyo butuh istirahat.
Seperti halnya saya yang berkeinginan untuk istirahat dan pensiun muda, tapi masih banyak kendala.

Lalu kapan saya bisa memulai langkah untuk membangun rumah mungil di kebun ini? tar aja...saya terusin dulu mimpinya heheheh...

Kamis, 22 Oktober 2009

MUSIM MANGGA

Jayalah Indonesia,...Negeri ini di kenal dengan banyak musim, selain empat musim yang berkaitan dengan iklim tentunya,(panas,dingin,semi dan gugur).

Salah satu musim yang sekarang sedang berlangsung adalah musim mangga. Lapak buah buahan yang menjamur di pinggiran jalan di penuhi buah mangga, beberapa tukang becak di komplek komplek perumahan beralih profesi menjajakan mangga.

Keluarga muda indonesia, buah mangga saat ini di jual murah 5rb rupiah per kilo. Saat yang tepat untuk pemenuhan gizi anggota keluarga. Kalau Anda menginginkan harga lebih murah untuk di jual lagi datanglah ke pasar induk kota tempat tinggal anda (kali aja mau jadi pedagang). Beli satu peti, kurang lebih 20kg. Jangan lewatkan momentum ini. Rata rata satu kilogram ada tiga buah.

Pohon mangga di depan rumah saya juga sedang berbuah lebat, saking lebatnya masih mentah pun membuat ibu-ibu tetangga rumah tergiur memetiknya. Ambil saja dari pada "ngiler".
Indonesia memang kaya, belum habis musim mangga sudah mengintip musim rambutan kemudian duku dan durian. Eits...ada lagi yang mengintip satu sampai dua bulan kedepan, setelah kita motong hewan kurban..."Musim kawin".

Kamis, 01 Oktober 2009

Cerahnya Bunga Bougenvile

Libur kerja hari ini Saya manfaatkan untuk berkeliling ke wilayah Panongan, Berburu bunga Bougenvile, diameter batang 5-10cm. Tanaman ini lumayan banyak di temukan di pelataran halaman rumah sepanjang jalan raya curug ke arah pasar korelet. Cuma dari sekian banyaknya saya hanya mendapatkan satu Bougenvile tinggi 5meter menjuntai diantara pohon nangka. Sebelumnya sempat mencoba membeli Bougenvile kepunyaan seorang ibu, tepatnya nenek nenek. Tapi ternyata sang nenek tak mau menjual bougenvile kesayangannya yang rimbun seperti pohon beringin dengan ketinggian 3meter, bougenvilenya dipenuhi bunga bunganya yang sedang mekar, mempesona mataku yang sudah kesengsem bougenvile.

Dari arah Panongan saya melanjutkan perjalanan ke arah Tigaraksa, lagi lagi sepanjang jalan raya pemda Tigaraksa saya nikmati pemandangan tanaman Bougenvile berwarna warni dan berukuran besar dan rimbun. Ada Bougenvile yang terawat dengan baik dan berukuran besar, ada juga beberapa yang tampak kurang terawat dan bentuk yang liar, Andaikan dirapikan akan lebih bagus dan mempesona setiap mata yang melirik.

Hari ini ada semangat baru, ide-ide baru untuk terus berkebun dan membudidayakan beberapa tanaman yang tampaknya dapat memberikan kesejukan dan terus berkembang seperti bunga-bunga bougenvile yang mekar, beraneka warna......hhhmmmmm.
Selanjutnya.......Action.

Selasa, 15 September 2009

Lailatul Qadar

Menjelang lebaran, hati menjadi gembira ria karena sebulan poll puasa dapat di lalui dengan baik. itu perasaan pribadi, apakah puasaku dapat diterima dan mendapat pahala sesuai dengan yang di janjikan Allah? Wallahuallam.....hanya Allah yg tahu karena sesungguhnya puasa itu ibadah yang langsung di pertanggungjawabkan. Tak ada rahasia antara hamba dgn penciptanya yaitu Allah yang maha tahu segalanya.

Loh kok gembira? heheheh...itulah geer nya aku sama Allah....Tuhan penguasa alam semesta. Aku juga pengen jadi kekasihMU, ya Allah.....ini bener bener ngarep.
Berharap dalam Ramadhan yang tinggal menyisakan 5 hari mendapat ampunan dan barokah serta kemuliaan di hadapanNya. Berharap malam Lailatul qadar datang bertamu ke rumah kami, malam yang lebih baik dari 1000bulan.
Malam "terang benderang" bagi setiap muslim dan karena itu pula, Lailatul Qadar adalah THR sesungguhnya dari Allah kepada umat nabi Muhammad S.A.W
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illalah wallahu akbar.

Senin, 07 September 2009

Lebaran ya ngumpul

Kemarin sore, Ibuku...neneknya anak-anakku mengabari kalau di rumahnya, tempat aku di lahirkan dan di besarkan, sedang berkumpul anak anak dan cucu cucunya yang ada di P.Bangka, hanya aku dan abangku Dani yang tak hadir di sana. Ibuku sedang menyiapkan makanan untuk berbuka puasa untuk segenap anggota keluarga yang hadir di sana. Kalau Anak-anaknya hadir semua, akan lebih senang dan bahagia, begitu kata ibuku.
Lebaran ini pulang gak? tanya ibuku, dan langsung kupastikan kalau aku tidak pulang lebaran ini. Insya Allah kami sekeluarga berkumpul di Bogor, di rumah mertuaku yang sejak 5 tahun lalu sudah pindah dari Garut ke Bogor.

Ada kerinduan sebetulnya, tapi rasanya ada dinding dinding yang membatasi kerinduanku akan kampung halaman. Beberapa kali aku pulang kampung, kerinduanku tak pernah terobati. Hanya ibu yang menjadi satu satunya alasan aku harus pulang, semua kenangan waktu kecil sepertinya sudah sirna.
Biasanya kalo aku pulang kampung tanpa pemberitahuan, ujug ujug sudah ada di depan pintu rumah ibuku dan seisi rumah kaget dan senang. dan seperti biasa pula aku tak bisa berlama-lama.

Sampai aku menulis di blog ini juga lg kepikiran, sebaiknya memang aku berkumpul dan berlebaran di bangka kali ya.