Senin, 07 September 2009

Lebaran ya ngumpul

Kemarin sore, Ibuku...neneknya anak-anakku mengabari kalau di rumahnya, tempat aku di lahirkan dan di besarkan, sedang berkumpul anak anak dan cucu cucunya yang ada di P.Bangka, hanya aku dan abangku Dani yang tak hadir di sana. Ibuku sedang menyiapkan makanan untuk berbuka puasa untuk segenap anggota keluarga yang hadir di sana. Kalau Anak-anaknya hadir semua, akan lebih senang dan bahagia, begitu kata ibuku.
Lebaran ini pulang gak? tanya ibuku, dan langsung kupastikan kalau aku tidak pulang lebaran ini. Insya Allah kami sekeluarga berkumpul di Bogor, di rumah mertuaku yang sejak 5 tahun lalu sudah pindah dari Garut ke Bogor.

Ada kerinduan sebetulnya, tapi rasanya ada dinding dinding yang membatasi kerinduanku akan kampung halaman. Beberapa kali aku pulang kampung, kerinduanku tak pernah terobati. Hanya ibu yang menjadi satu satunya alasan aku harus pulang, semua kenangan waktu kecil sepertinya sudah sirna.
Biasanya kalo aku pulang kampung tanpa pemberitahuan, ujug ujug sudah ada di depan pintu rumah ibuku dan seisi rumah kaget dan senang. dan seperti biasa pula aku tak bisa berlama-lama.

Sampai aku menulis di blog ini juga lg kepikiran, sebaiknya memang aku berkumpul dan berlebaran di bangka kali ya.

Senin, 29 Juni 2009

Perempuan-perempuan sejatiku

Waktu menunjukkan jam empat dinihari, tiba-tiba ada keinginan untuk menulis di blog ini khusus buat perempuan-perempuan yang mempengaruhi perjalanan hidupku kemarin dan mendatang.

Ibuku, aku teringat padamu sepanjang waktu. Di usia senjanya masih tampak bugar, masih suka berkeliling mengunjungi cucu2 dan cicitnya. Terakhir kali ibuku datang ke rumah kami desember tahun lalu. Di ujung malam ini hatiku menangis, mengingat dosa dosa ku padamu ibu. Aku tahu, sebelum ku ungkap jeritan hati ini pun kau sudah menghapus semua kekhilafanku. Sulit sekali menemukan kata yang dapat meredam kegundahan hati ini. Maafkan aku ibu...

Istriku, limabelas tahun engkau begitu banyak mengorbankan hatimu, aku tahu itu. Pertanyaan akan kesetiaan itu sampai saat ini masih aku jaga dengan tegar. Godaan2 yang menghampiri pikiran ini tak satupun yang dapat menggantimu, bukan karena aku tahan tapi karena aku tak mau menghampiri godaan itu. Satu satunya yang pantas kau curigai adalah waktu, sepanjang waktu kutinggalkan kau dan putri2 kita di rumah, atas nama loyalitas, kesetiaan juga. Itulah kenapa tempo hari kuminta kau mempertimbangkan langkahku untuk melepas kesetiaan selain dirimu. Jujur saja kau kini sudah kegemukan, itulah mengapa aku minta kau lebih banyak bergerak gesit seperti lima belas tahun lalu...hahahah( pasti bisa). Sesungguhnya Gemuk juga seksi, tapi aku khawatir tubuhmu menyimpan bahaya laten dari penyakit.

Putri-putri ku yang cantik, Yovi syarifa, Meilani dan Lucky Febrianti. Kalian adalah semangat untuk Ayah.
Sama seperti mama , sering ditinggal Ayah bepergian, tapi ingat Ayah sayang kalian. Belum sepenuhnya keinginan kalian Ayah penuhi, tapi jangan khawatir, Ayah bepergian untuk kalian bertiga kalau gak di tambah dede lagi...heheheh.

Kenapa Aku menulis begini? Adakah keresahan dalam hati ini? Apa yang aku risaukan?
Sepertinya hatiku lagi mendayu dayu
Lelaki macam apa aku ini?......hahhahaa
Tuhanku lebih tahu....Dan Aku merindukanNya....tapi Aku tidak mau mati konyol...karena aku tidak siap mati...karena masih banyak lumuran dosa yang belum aku tebus. Subhanallah Panjangkan umurku ya Rabb untuk beribadah di jalanmu.

Rabu, 17 Juni 2009

Tanaman dan Pilpres 2009

Ahaa,...tiba-tiba saya teringat tanaman-tanaman yang sudah terabaikan selama delapan bulan lamanya. Perhatian saya banyak dialihkan ke hal-hal lain seperti penerbitan atau percetakan. Hari ini saya sadar sudah melalaikan tanaman-tanaman yang selama ini sudah saya tekuni. Pertumbuhan sebagian besar tanaman kurang maksimal, Aglonema yang sudah beranak pinak belum di repotting, biji-biji anthurium sudah memerah dan sebagian jatuh dan tumbuh dengan sendirinya, Adenium-adenium berbunga tapi dipenuhi rumput-rumput kecil.

Banyak orang mengeluhkan tanaman sudah tidak memberikan income yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi bagi saya tanaman masih memberikan kontribusi yang cukup layak untuk terus di tekuni dan di pelihara. Masih lumayan bagus untuk model karyawan seperti saya. Ya, kata kuncinya karena saya masih menerima gaji bulanan. Dan hari ini, Saya harus kembali ke habitat tanaman, fokus untuk memuliakan berbagai tanaman, anthurium, aglonema, adenium, puring, sizygium, palem, nolina, dan berbagai tanaman buah seperti lengkeng, mangga, rambutan, jambu dan lain-lain.

Banyak kawan-kawan membuka usaha dengan harapan mendapat keuntungan secepatnya atau paling tidak, sesuai dengan ekspektasinya. Dan dari sekian banyak kawan, rata-rata keluhannya sama,...sepi. Usaha saya juga sepi kawan , emang ente doang yang sepi...ini sepi berjamaah.
Dan sadar atau tidak, kawan-kawan masuk ke bisnis jangka panjang....hmmmm. Bisa jadi kasusnya sama dengan istilah HO(haus order), banyak dari kami yang haus order yang pada akhirnya banyak piutang tidak tertagih. Mau nagih pake preman, polisi atau pake cara lain? tetap saja memble. Kerja kerasnya jadi sirna begitu saja, dengan gampangnya mereka bilang gak sanggup bayar atau ambil saja tanaman yang kau suka.

Pagi ini saya punya keyakinan, usaha jangka panjang yang layak saya tekuni ya dunia tanaman. Alasannya simpel saja, saya punya kebun, saya punya outlet penjualan dan saya punya tanamannya. Dan semua aset ini tentu harus di optimalkan fungsinya. Bahwa penjualan sedang melempem, fokusnya harus saya alihkan ke pemuliaan, memperbanyak atau memperindah penampilan tanaman. Tukang kebun harus di optimalkan kinerjanya, kan gajinya ngalir terus...ya..ya saya melupakannya. Kalau tanaman gak nambah baik atau nambah banyak sementara gaji ngalir terus, lama-lama akan semakin jelas jurangnya. hahahahah...edan, dah tau ada jurang kok diem dan melamun.

Hari ini juga saya berharap, pilpres satu putaran saja karena menurut JK lebih cepat lebih baik, udah gitu SBY juga udah berkali-kali bilang lanjutkan, di stempel pula, masalahnya SBY masih ragu-ragu memberikan tongkat estafetnya ke JK. Ibarat lari estafet, tongkat sudah di ulurkan tetapi tetap di pegang, apa yang terjadi? jatuh dua-duanya atau kesalip peserta lain? Atau JK kurang begitu paham dengan pesan yang disampaikan SBY? wallahualam..., karena saya petani, jujur saja kepengen Prabowo naik tahta walau jadi wapres...jadi gimana dong? masak milih 1 antara tiga musti hitung kancing?

Nah... kenapa saya setuja pilpres satu putaran? karena dah kelamaan di sodorin berita politik, dah capek ngikutinya sementara perut dah minta nutrisi tambahan. Libido dah naek tapi kalo nanahnya jadi manis dan lucu apa bisa kasih susu? apa kuat nyekolahin?
Sementara usaha kembang kempis, seperti cerita diawal.....gitu loh bos.

Balik lagi ke perkara tanaman, saya tetap punya pendapat bahwa tanaman punya nilai tambah sebagai produk yang semakin hari semakin besar, yang jadi persoalan di saat krisis melanda negri ini likuiditas tanaman sangat rendah.
Hei kawan kawan, maafkan aku...aku mau konsentrasi berkebun tanaman. Mau ikut?

Kamis, 04 Juni 2009

Bangun Pagi

Anak-anak sedang mengikuti ulangan umum di sekolahnya masing-masing. Saya mulai senin kemarin juga masuk kerja pagi hari. Yang terjadi di awal awal minggu adalah rebutan kamar mandi. Saya sudah terbiasa kembali bangun sebelum adzan bergema. Yovi putri pertamaku memang sudah terbiasa bangun pagi, karena jam enam pagi sudah harus berangkat sekolah.

Saya hari ini harus berangkat lebih pagi, karena jalan raya Legok yang selalu di lewati sedang ada perbaikan, mulai kemarin sore antrian mobil untuk melewati jalan ini membuat kemacetan panjang di sepanjang jalan raya menuju karawaci atau pun Gading serpong. Biasanya kalo masih jam 5.30 antriannya gak akan lama, tapi kalau sudah kesiangan bisa terjebak kemacetan yang sangat lama. Kalau udah macet....Capek dehhh

Sudah lama rasanya saya tak pernah bangun pagi, karena selalu tidur dinihari. Badan terasa segar kembali, ini baru satu minggu. Kalau di lanjutin aja gimana? segar bugar pastinya ya.
Tapi kok cepat sekali datang kantuk? Jam sepuluh pagi sudah di serbu rasa kantuk yang luar biasa, kurang vitamin nih.

Satu lagi,.....mumpung ingat, saya lagi memikirkan untuk mengurangi menghisap rokok. Gimana caranya ya? Sudah tiga hari gak beli rokok, tapi kalo ada temen yg merokok masih saja tergoda, kali ini saya untung...merokok tanpa harus mengeluarkan uang. Gak banyak lah bos 1-2 batang.
Nah tolong ya, ingetin saya kalo terlihat saya cepas-cepus....

Minggu, 24 Mei 2009

Sedekah, Atasi krisis ekonomi dan senin serius

Pak SBY pernah mengatakan, dalam masa krisis ekonomi global sekarang ini, ekonomi indonesia tetap tumbuh walalu hanya di kisaran 4-5 persen. Dan ini di klaim sebagai keberhasilan dari pemerintahan yang sedang berkuasa saat ini. Gak apa-apa, boleh saja dan sah-sah saja.
Sebagai petani kecil atau pedagang kecil, Maaf pandangan saya berbeda dengan anda Mr.PRESIDENT.
Indonesia masih selamat dari hantaman krisis ekonomi global karena pedagang kecil masih mau mendorong-dorong gerobak dagangannya, walau dengan resiko di kejar-kejar trantib dan mereka seolah berjuang sendirian untuk tetap bisa sekedar makan. Petani penggarap masih mau mencangkul lahan persawahan walau dengan upah rendah, juga dalam rangka mempertahankan hidup mereka dan keluarga.

Saya tidak dalam rangka membela ataupun mendukung salah satu kandidat CAPRES/CAWAPRES.

Masyarakat bawah, masih suka makan ubi, ketela, kecapi, kelapa muda yang harganya masih murah. Dan pedagang kecil masih mau berjalan berkeliling menjajakan dagangannya, bajigur, es cincau balon dan terompet. Dan masyarakat kita masih rajin bersedekah, kepada mereka. Dengan cara apa? dengan cara membeli barang-barang dagangan mereka. Minum es cendol di pinggir jalan, beli gorengan tempe,tahu tanpa memperdulikan resiko kolesterol.

Bandingkan dengan Mereka yang di atas sana, atas nama ekonomi menyimpan ribuan sampai ratusan juta dollar amerika. Semua Capres/Cawapres punya simpanan dollar, Hebat sekali mereka. Lah kalo rakyat kecil ikut-ikutan beli dollar rupiahnya mau di apakan? Sebel deh ahhh...
Dollar-dollar nya hanya untuk bayar rumah sakit luar negeri ngobati kolesterol.

Rakyat indonesia memang terkenal kuat, kuat dari hantaman rasa sakit, sakit beneran maupun sekedar sakit hati. Jadilah ikhlas...menerima semuanya hanya karena Gusti Allah, Menjerit, menangis juga kepada Allah, Tuhan yang maha mengasihi.
Sedekah dari petani satu ke petani lain, pedagang satu ke pedagang lainnya. Saling membutuhkan, bukan saling terkam yang di contohkan perusahaan-perusahaan global itu.

Kesimpulan saya di hari senin yang serius ini, selama kita masih suka sedekah, selama kita masih mau kerja keras, selama kita masih mau saling membantu bahu membahu, ( ini kata2 SBY bukan ya?) Krisis ekonomi globalnya pasti mental( balik ke negeri sumber krisis).
Subhanallah...walhamdulillah...wala-ila-haillallah...wallahu akbar.

Rabu, 20 Mei 2009

Golden Shake Hands ngalur ngidul.

Sudah tiga bulan ini, proses pencarian usaha baru belum juga menemukan Usaha yang pas untuk di kerjakan. Waktu senggang cuma di isi fb dan klak-klik tools di ipot atau pun etrading. Dari beberapa informasi kawan kawan , ceritanya hampir sama. Bagaimana situasi usaha mereka saat ini yang kembang kempis, Uang yang tak berputar atau bahkan kehabisan uang untuk membiayai operasional usahanya.
Saya mungkin lebih beruntung dari kawan-kawan, tapi bukan berarti lebih tenang dari mereka, saya bersyukur masih mendapatkan income bulanan baik gaji ataupun uang bensin dari toko, tapi semua itu sudah dalam tahap pengetatan, akibatnya jajan juga jadi terbatas, sesekali saja.
Hasil perdagangan saham belum banyak memberikan kontribusi, karena memang tujuan awalnya untuk belajar dan investasi jangka panjang. Jadi kalo kawan2 mau di traktir dari hasil yang ini,......siap siap saja kecewa, belum saatnya brurrr.

Golden shake hands dari perusahaan yang selama ini di harapkan semakin kabur. Tapi tak apa, tunggu saja sampai waktunya tiba. Sampai lembaga ini memahami esensi dari keinginan orang-orang yang sudah" tercampakkan". Di lembaga ini saya sudah tak dapat melihat cahaya, semua gelap.
Saya mau tetap berkarya, dan ruang untuk karya itu harus saya buat sendiri, sebagai tempat saya bermain.
Di luar sana saya masih bisa melihat, begitu banyak pilihan, kesempatan, peluang dan harapan juga kawan yang dapat di rangkul atau pun lawan yang harus di pukul sampai tersungkur.

Istri, ketiga orang putriku, Abang Dani dan keluarga, Heni pengasuh anakku, tariman si tukang kebunku,.... mereka adalah bagian sumber kekuatan saya. Istriku tak sanggup menerima suaminya jika di sebut pengangguran, Anakku belum rela menerima jika bapaknya jadi petani. Tapi menurut saya,...gak penting profesinya apa, yang penting kebutuhan ekonominya tercukupi. Urusan sosial kemasyarakatan di lingkungan tetap terjaga dan ........
Heheheheh...padahal sesungguhnya saya selalu ingin dekat dengan anak-anak dan istri tentu. Tapi kalau masih begini....Mau nambah anak ya..mikir, buat apa kalau di tinggal terus? Hahahahah.......

Sabtu, 02 Mei 2009

DAGANG DI BURSA EFEK

Awal tahun 2009, saya tergoda untuk ikut berdagang di bursa efek indonesia. Dan beberapa kali berkomunikasi dengan kawan kawan, baik yang sudah menjadi member maupun yang belum. Kawan yang sudah menjadi member, menyemangati dan yang lain mengingatkan untuk hati hati.

Dan empat bulan kemudian, pertengahan april lalu saya memastikan untuk berdagang di Bursa saham, melalui perusahaan sekuritas etrading( http://www.etrading.co.id).
Tentu keputusan saya ini sudah mempertimbangkan masukan dan reaksi kawan kawan. Saya akui, ini juga dipengaruhi situasi tidak menentu dari rencana usaha usaha yg sempat muncul. Dari Digital printing, Bengkel, Rumah makan atau yg lain nya. Semua di hadapkan pada tembok besar yang seolah tidak dapat di dobrak. Investasi besar yang memunculkan kekhawatiran besar pula. Bisnis yang menguntungkan dan menjanjikan tapi sekaligus membuat pusing tujuh keliling untuk mendapatkan omset yg di inginkan dalam situasi ekonomi yang menurun.

Contoh paling kongkrit sudah dilakukan Jhoni, kawan sekaligus tetangga satu kampung. Buka cabang baru toko furniture di kawasan Paramount Gading serpong. Dua bulan lalu sewa ruko pertahun 35jt, sementara omset jualan di toko barunya rata2 300-500rb, apa gak celaka namanya?...eh tapi Jhoni senyum senyum aja tuh.

Sampai pada kesimpulan, bahwa resiko yang selalu di khawatirkan itu, apapun usaha atau bidang bisnis yang di jalankan pasti ada. Dan kalo saya melihat kebelakang, apa yang saya lakukan kemarin, Tanpa sadar Saya juga telah mengambil resiko yang begitu besar di luar kapasitas saya saat itu. Belanja bibitan anthurium 4-5daun lebih dari seratus juta dan kemudian mati tak berbekas karena tak sanggup memeliharanya akibat hancurnya harga sampai ke jurang kegelapan. Belanja indukan anthurium dari harga 15 jutaan sampai 75 jutaan, total jendral sudah saya habiskan lebih dari 500jutaan untuk tanaman tanaman ini( ini yang kelihatan dan masih ada, tidak di gondol maling). Dan terakhir harga harga aglaonema pun ikut hancur.
Pertanyaan kemudian muncul, dari mana saya mendapatkan uang sebanyak itu sementara saya hanyalah seorang karyawan kecil? jangan dikira ada bos yang mendanainya. Itu hasil ketekunan dan kesabaran saya selama masuk di dunia tanaman hias. Bagian mimpi indah saya yang di bumbui oleh keberuntungan keberuntungan.
Dan saya bersyukur, masih mempunyai portofolio untuk mengisi kehidupan kedepan......hehheehhe serius amat sih.

Kembali ke Bursa, Pengalaman pengalaman kemarin mengingatkan saya untuk lebih hati hati, tidak serakah dan tidak gegabah. Bursa buat saya tidak sekedar ingin kaya semata, bukan buat gagah gagahan tapi sebagai wadah untuk mendapatkan solusi dari kebuntuan dari wacana wacana yang pernah ada. TAKE ACTION. Tentu saya berharap bisa berhasil berdagang di bursa dan membawa manfaat, makmur dan tetap bisa beraktifitas sebagaimana mestinya.

Sangat berarti buat saya bila istri dan keluarga serta kawan kawan memahami keputusan saya. Tidak lupa.....doa restunya, semoga membawa keberkahan untuk saya , keluarga, kawan kawan dan lingkungan dimanapun saya berpijak. amiin