Kamis, 12 November 2009

Pohon JALITRI

Rabu kemaren saya libur kerja. Sepakat sama istri, rencananya ke keliling di kecamatan Pagedangan, sekalian silaturrahmi dengan kong Roji. Kong Roji seorang petani tanaman hias yang sedang galak-galaknya memperbanyak bonsai dari pohon jalitri yang di kombinasikan dengan anting putri atau jasmine.

Sampai di pondokan Kong Roji, saya langsung menuju lokasi kongkow di tengah kebun, sementara istri saya menghilang di kerumunan ibu ibu yang sedang berbelanja sayuran di warung seberang jalan kebun kong Roji.
Rokok 234 plus kopi hitam manis yang di sediakan kong Roji saya nikmati dalam dalam. Sesaat saya lupakan godaan masalah yang terlanjur beroperasi di pikiran. Mantapp.....tidak dianjurkan bagi orang yang tak suka merokok.

Kong Roji banyak bercerita soal Pohon jalitri dan keunggulannya, saya hanya manggut manggut.
Pohon jalitri memang unik, batangnya bisa untuk bahan okulasi tanaman seperti anting putri dan jasmine.
Harga jualnya juga bervariasi, tergantung ukuran dan keunikan dari tampilan pohon setelah di finishing. Pohon jalitri ukuran tinggi 1m-2m yang sudah di okulasi dengan anting putri atau jasmine di jual mulai 150rb.

Tertarik untuk membuktikan hasil perbincangan dengan kong roji, saya memberanikan diri jajan sepuluh pohon jalitri kong Roji.
Tentu ada pertimbangan, setidaknya ada peluang untuk mengikuti jejak kong Roji. Selanjutnya, saya kepingin berburu pohon jalitri, Ada yang bisa bantu?
Saya sudah cari informasi tentang pohon jalitri di internet, minim sekali informasinya. Bila anda yang berdomisili di jasinga, Rangkasbitung, Pandeglang, Serang, Malingping dan Purwakarta punya informasi dan bisa bantu saya kontak aja ya.

Bagi anda yang juga ingin tahu soal jalitri, anting putri dan jasmine, datanglah ke penjual tanaman hias di kota anda, jangan malu bertanya.

Rabu, 11 November 2009

Rumah Minimalis di tengah kebun

Hari minggu kemarin, saya ke desa sukamanah, melihat lihat kebun. Tarik nafas yang panjang, ternyata selama musim kemarau kemaren...lahan kebun saya hangus terbakar. Pohon Lengkeng, Alpukat dan jambu air yang di tanam awal tahun 2009 tak ada sisa. yang tersisa hanya Pohon pohon akasia dan pohon jati.

Tanahnya sudah di bajak, sama pak haji Sulaeman. Sebagian sudah di tanami jagung, terlihat benih benih jagung yang mulai tumbuh. Saya masih beruntung pak haji Sulaeman masih mau menggarap lahan ini, jadi lebih terawat.
Saya membayangkan sebuah keinginan untuk membuat rumah kecil berbahan sederhana seperti kayu dan bambu. Dengan ukuran minimalis, cukup satu kamar tidur, satu toilet, ruang bersama dan teras dengan halaman luas yang di penuhi rumput gajah mini dan beberapa palem kenari atau tanaman lain seperti bougenvile dan jasmine.

Di belakang halaman yang luas membentang itu, sebaiknya di tanami pohon sengon saja, atau pohon buah buahan. Masih banyak lahan lahan, atau kebun milik masyarakat yang di jual. kalau lahan lahan itu di hijaukan kembali tentu desa sukamanah akan tampak hijau berseri.

Tampak dari kejauhan sapi yang sedang membajak sawah terjerembab kelelahan, aku hanya bisa tertawa...hahahah sapi nya sudah loyo butuh istirahat.
Seperti halnya saya yang berkeinginan untuk istirahat dan pensiun muda, tapi masih banyak kendala.

Lalu kapan saya bisa memulai langkah untuk membangun rumah mungil di kebun ini? tar aja...saya terusin dulu mimpinya heheheh...

Kamis, 22 Oktober 2009

MUSIM MANGGA

Jayalah Indonesia,...Negeri ini di kenal dengan banyak musim, selain empat musim yang berkaitan dengan iklim tentunya,(panas,dingin,semi dan gugur).

Salah satu musim yang sekarang sedang berlangsung adalah musim mangga. Lapak buah buahan yang menjamur di pinggiran jalan di penuhi buah mangga, beberapa tukang becak di komplek komplek perumahan beralih profesi menjajakan mangga.

Keluarga muda indonesia, buah mangga saat ini di jual murah 5rb rupiah per kilo. Saat yang tepat untuk pemenuhan gizi anggota keluarga. Kalau Anda menginginkan harga lebih murah untuk di jual lagi datanglah ke pasar induk kota tempat tinggal anda (kali aja mau jadi pedagang). Beli satu peti, kurang lebih 20kg. Jangan lewatkan momentum ini. Rata rata satu kilogram ada tiga buah.

Pohon mangga di depan rumah saya juga sedang berbuah lebat, saking lebatnya masih mentah pun membuat ibu-ibu tetangga rumah tergiur memetiknya. Ambil saja dari pada "ngiler".
Indonesia memang kaya, belum habis musim mangga sudah mengintip musim rambutan kemudian duku dan durian. Eits...ada lagi yang mengintip satu sampai dua bulan kedepan, setelah kita motong hewan kurban..."Musim kawin".

Kamis, 01 Oktober 2009

Cerahnya Bunga Bougenvile

Libur kerja hari ini Saya manfaatkan untuk berkeliling ke wilayah Panongan, Berburu bunga Bougenvile, diameter batang 5-10cm. Tanaman ini lumayan banyak di temukan di pelataran halaman rumah sepanjang jalan raya curug ke arah pasar korelet. Cuma dari sekian banyaknya saya hanya mendapatkan satu Bougenvile tinggi 5meter menjuntai diantara pohon nangka. Sebelumnya sempat mencoba membeli Bougenvile kepunyaan seorang ibu, tepatnya nenek nenek. Tapi ternyata sang nenek tak mau menjual bougenvile kesayangannya yang rimbun seperti pohon beringin dengan ketinggian 3meter, bougenvilenya dipenuhi bunga bunganya yang sedang mekar, mempesona mataku yang sudah kesengsem bougenvile.

Dari arah Panongan saya melanjutkan perjalanan ke arah Tigaraksa, lagi lagi sepanjang jalan raya pemda Tigaraksa saya nikmati pemandangan tanaman Bougenvile berwarna warni dan berukuran besar dan rimbun. Ada Bougenvile yang terawat dengan baik dan berukuran besar, ada juga beberapa yang tampak kurang terawat dan bentuk yang liar, Andaikan dirapikan akan lebih bagus dan mempesona setiap mata yang melirik.

Hari ini ada semangat baru, ide-ide baru untuk terus berkebun dan membudidayakan beberapa tanaman yang tampaknya dapat memberikan kesejukan dan terus berkembang seperti bunga-bunga bougenvile yang mekar, beraneka warna......hhhmmmmm.
Selanjutnya.......Action.

Selasa, 15 September 2009

Lailatul Qadar

Menjelang lebaran, hati menjadi gembira ria karena sebulan poll puasa dapat di lalui dengan baik. itu perasaan pribadi, apakah puasaku dapat diterima dan mendapat pahala sesuai dengan yang di janjikan Allah? Wallahuallam.....hanya Allah yg tahu karena sesungguhnya puasa itu ibadah yang langsung di pertanggungjawabkan. Tak ada rahasia antara hamba dgn penciptanya yaitu Allah yang maha tahu segalanya.

Loh kok gembira? heheheh...itulah geer nya aku sama Allah....Tuhan penguasa alam semesta. Aku juga pengen jadi kekasihMU, ya Allah.....ini bener bener ngarep.
Berharap dalam Ramadhan yang tinggal menyisakan 5 hari mendapat ampunan dan barokah serta kemuliaan di hadapanNya. Berharap malam Lailatul qadar datang bertamu ke rumah kami, malam yang lebih baik dari 1000bulan.
Malam "terang benderang" bagi setiap muslim dan karena itu pula, Lailatul Qadar adalah THR sesungguhnya dari Allah kepada umat nabi Muhammad S.A.W
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illalah wallahu akbar.

Senin, 07 September 2009

Lebaran ya ngumpul

Kemarin sore, Ibuku...neneknya anak-anakku mengabari kalau di rumahnya, tempat aku di lahirkan dan di besarkan, sedang berkumpul anak anak dan cucu cucunya yang ada di P.Bangka, hanya aku dan abangku Dani yang tak hadir di sana. Ibuku sedang menyiapkan makanan untuk berbuka puasa untuk segenap anggota keluarga yang hadir di sana. Kalau Anak-anaknya hadir semua, akan lebih senang dan bahagia, begitu kata ibuku.
Lebaran ini pulang gak? tanya ibuku, dan langsung kupastikan kalau aku tidak pulang lebaran ini. Insya Allah kami sekeluarga berkumpul di Bogor, di rumah mertuaku yang sejak 5 tahun lalu sudah pindah dari Garut ke Bogor.

Ada kerinduan sebetulnya, tapi rasanya ada dinding dinding yang membatasi kerinduanku akan kampung halaman. Beberapa kali aku pulang kampung, kerinduanku tak pernah terobati. Hanya ibu yang menjadi satu satunya alasan aku harus pulang, semua kenangan waktu kecil sepertinya sudah sirna.
Biasanya kalo aku pulang kampung tanpa pemberitahuan, ujug ujug sudah ada di depan pintu rumah ibuku dan seisi rumah kaget dan senang. dan seperti biasa pula aku tak bisa berlama-lama.

Sampai aku menulis di blog ini juga lg kepikiran, sebaiknya memang aku berkumpul dan berlebaran di bangka kali ya.

Senin, 29 Juni 2009

Perempuan-perempuan sejatiku

Waktu menunjukkan jam empat dinihari, tiba-tiba ada keinginan untuk menulis di blog ini khusus buat perempuan-perempuan yang mempengaruhi perjalanan hidupku kemarin dan mendatang.

Ibuku, aku teringat padamu sepanjang waktu. Di usia senjanya masih tampak bugar, masih suka berkeliling mengunjungi cucu2 dan cicitnya. Terakhir kali ibuku datang ke rumah kami desember tahun lalu. Di ujung malam ini hatiku menangis, mengingat dosa dosa ku padamu ibu. Aku tahu, sebelum ku ungkap jeritan hati ini pun kau sudah menghapus semua kekhilafanku. Sulit sekali menemukan kata yang dapat meredam kegundahan hati ini. Maafkan aku ibu...

Istriku, limabelas tahun engkau begitu banyak mengorbankan hatimu, aku tahu itu. Pertanyaan akan kesetiaan itu sampai saat ini masih aku jaga dengan tegar. Godaan2 yang menghampiri pikiran ini tak satupun yang dapat menggantimu, bukan karena aku tahan tapi karena aku tak mau menghampiri godaan itu. Satu satunya yang pantas kau curigai adalah waktu, sepanjang waktu kutinggalkan kau dan putri2 kita di rumah, atas nama loyalitas, kesetiaan juga. Itulah kenapa tempo hari kuminta kau mempertimbangkan langkahku untuk melepas kesetiaan selain dirimu. Jujur saja kau kini sudah kegemukan, itulah mengapa aku minta kau lebih banyak bergerak gesit seperti lima belas tahun lalu...hahahah( pasti bisa). Sesungguhnya Gemuk juga seksi, tapi aku khawatir tubuhmu menyimpan bahaya laten dari penyakit.

Putri-putri ku yang cantik, Yovi syarifa, Meilani dan Lucky Febrianti. Kalian adalah semangat untuk Ayah.
Sama seperti mama , sering ditinggal Ayah bepergian, tapi ingat Ayah sayang kalian. Belum sepenuhnya keinginan kalian Ayah penuhi, tapi jangan khawatir, Ayah bepergian untuk kalian bertiga kalau gak di tambah dede lagi...heheheh.

Kenapa Aku menulis begini? Adakah keresahan dalam hati ini? Apa yang aku risaukan?
Sepertinya hatiku lagi mendayu dayu
Lelaki macam apa aku ini?......hahhahaa
Tuhanku lebih tahu....Dan Aku merindukanNya....tapi Aku tidak mau mati konyol...karena aku tidak siap mati...karena masih banyak lumuran dosa yang belum aku tebus. Subhanallah Panjangkan umurku ya Rabb untuk beribadah di jalanmu.

Rabu, 17 Juni 2009

Tanaman dan Pilpres 2009

Ahaa,...tiba-tiba saya teringat tanaman-tanaman yang sudah terabaikan selama delapan bulan lamanya. Perhatian saya banyak dialihkan ke hal-hal lain seperti penerbitan atau percetakan. Hari ini saya sadar sudah melalaikan tanaman-tanaman yang selama ini sudah saya tekuni. Pertumbuhan sebagian besar tanaman kurang maksimal, Aglonema yang sudah beranak pinak belum di repotting, biji-biji anthurium sudah memerah dan sebagian jatuh dan tumbuh dengan sendirinya, Adenium-adenium berbunga tapi dipenuhi rumput-rumput kecil.

Banyak orang mengeluhkan tanaman sudah tidak memberikan income yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi bagi saya tanaman masih memberikan kontribusi yang cukup layak untuk terus di tekuni dan di pelihara. Masih lumayan bagus untuk model karyawan seperti saya. Ya, kata kuncinya karena saya masih menerima gaji bulanan. Dan hari ini, Saya harus kembali ke habitat tanaman, fokus untuk memuliakan berbagai tanaman, anthurium, aglonema, adenium, puring, sizygium, palem, nolina, dan berbagai tanaman buah seperti lengkeng, mangga, rambutan, jambu dan lain-lain.

Banyak kawan-kawan membuka usaha dengan harapan mendapat keuntungan secepatnya atau paling tidak, sesuai dengan ekspektasinya. Dan dari sekian banyak kawan, rata-rata keluhannya sama,...sepi. Usaha saya juga sepi kawan , emang ente doang yang sepi...ini sepi berjamaah.
Dan sadar atau tidak, kawan-kawan masuk ke bisnis jangka panjang....hmmmm. Bisa jadi kasusnya sama dengan istilah HO(haus order), banyak dari kami yang haus order yang pada akhirnya banyak piutang tidak tertagih. Mau nagih pake preman, polisi atau pake cara lain? tetap saja memble. Kerja kerasnya jadi sirna begitu saja, dengan gampangnya mereka bilang gak sanggup bayar atau ambil saja tanaman yang kau suka.

Pagi ini saya punya keyakinan, usaha jangka panjang yang layak saya tekuni ya dunia tanaman. Alasannya simpel saja, saya punya kebun, saya punya outlet penjualan dan saya punya tanamannya. Dan semua aset ini tentu harus di optimalkan fungsinya. Bahwa penjualan sedang melempem, fokusnya harus saya alihkan ke pemuliaan, memperbanyak atau memperindah penampilan tanaman. Tukang kebun harus di optimalkan kinerjanya, kan gajinya ngalir terus...ya..ya saya melupakannya. Kalau tanaman gak nambah baik atau nambah banyak sementara gaji ngalir terus, lama-lama akan semakin jelas jurangnya. hahahahah...edan, dah tau ada jurang kok diem dan melamun.

Hari ini juga saya berharap, pilpres satu putaran saja karena menurut JK lebih cepat lebih baik, udah gitu SBY juga udah berkali-kali bilang lanjutkan, di stempel pula, masalahnya SBY masih ragu-ragu memberikan tongkat estafetnya ke JK. Ibarat lari estafet, tongkat sudah di ulurkan tetapi tetap di pegang, apa yang terjadi? jatuh dua-duanya atau kesalip peserta lain? Atau JK kurang begitu paham dengan pesan yang disampaikan SBY? wallahualam..., karena saya petani, jujur saja kepengen Prabowo naik tahta walau jadi wapres...jadi gimana dong? masak milih 1 antara tiga musti hitung kancing?

Nah... kenapa saya setuja pilpres satu putaran? karena dah kelamaan di sodorin berita politik, dah capek ngikutinya sementara perut dah minta nutrisi tambahan. Libido dah naek tapi kalo nanahnya jadi manis dan lucu apa bisa kasih susu? apa kuat nyekolahin?
Sementara usaha kembang kempis, seperti cerita diawal.....gitu loh bos.

Balik lagi ke perkara tanaman, saya tetap punya pendapat bahwa tanaman punya nilai tambah sebagai produk yang semakin hari semakin besar, yang jadi persoalan di saat krisis melanda negri ini likuiditas tanaman sangat rendah.
Hei kawan kawan, maafkan aku...aku mau konsentrasi berkebun tanaman. Mau ikut?

Kamis, 04 Juni 2009

Bangun Pagi

Anak-anak sedang mengikuti ulangan umum di sekolahnya masing-masing. Saya mulai senin kemarin juga masuk kerja pagi hari. Yang terjadi di awal awal minggu adalah rebutan kamar mandi. Saya sudah terbiasa kembali bangun sebelum adzan bergema. Yovi putri pertamaku memang sudah terbiasa bangun pagi, karena jam enam pagi sudah harus berangkat sekolah.

Saya hari ini harus berangkat lebih pagi, karena jalan raya Legok yang selalu di lewati sedang ada perbaikan, mulai kemarin sore antrian mobil untuk melewati jalan ini membuat kemacetan panjang di sepanjang jalan raya menuju karawaci atau pun Gading serpong. Biasanya kalo masih jam 5.30 antriannya gak akan lama, tapi kalau sudah kesiangan bisa terjebak kemacetan yang sangat lama. Kalau udah macet....Capek dehhh

Sudah lama rasanya saya tak pernah bangun pagi, karena selalu tidur dinihari. Badan terasa segar kembali, ini baru satu minggu. Kalau di lanjutin aja gimana? segar bugar pastinya ya.
Tapi kok cepat sekali datang kantuk? Jam sepuluh pagi sudah di serbu rasa kantuk yang luar biasa, kurang vitamin nih.

Satu lagi,.....mumpung ingat, saya lagi memikirkan untuk mengurangi menghisap rokok. Gimana caranya ya? Sudah tiga hari gak beli rokok, tapi kalo ada temen yg merokok masih saja tergoda, kali ini saya untung...merokok tanpa harus mengeluarkan uang. Gak banyak lah bos 1-2 batang.
Nah tolong ya, ingetin saya kalo terlihat saya cepas-cepus....

Minggu, 24 Mei 2009

Sedekah, Atasi krisis ekonomi dan senin serius

Pak SBY pernah mengatakan, dalam masa krisis ekonomi global sekarang ini, ekonomi indonesia tetap tumbuh walalu hanya di kisaran 4-5 persen. Dan ini di klaim sebagai keberhasilan dari pemerintahan yang sedang berkuasa saat ini. Gak apa-apa, boleh saja dan sah-sah saja.
Sebagai petani kecil atau pedagang kecil, Maaf pandangan saya berbeda dengan anda Mr.PRESIDENT.
Indonesia masih selamat dari hantaman krisis ekonomi global karena pedagang kecil masih mau mendorong-dorong gerobak dagangannya, walau dengan resiko di kejar-kejar trantib dan mereka seolah berjuang sendirian untuk tetap bisa sekedar makan. Petani penggarap masih mau mencangkul lahan persawahan walau dengan upah rendah, juga dalam rangka mempertahankan hidup mereka dan keluarga.

Saya tidak dalam rangka membela ataupun mendukung salah satu kandidat CAPRES/CAWAPRES.

Masyarakat bawah, masih suka makan ubi, ketela, kecapi, kelapa muda yang harganya masih murah. Dan pedagang kecil masih mau berjalan berkeliling menjajakan dagangannya, bajigur, es cincau balon dan terompet. Dan masyarakat kita masih rajin bersedekah, kepada mereka. Dengan cara apa? dengan cara membeli barang-barang dagangan mereka. Minum es cendol di pinggir jalan, beli gorengan tempe,tahu tanpa memperdulikan resiko kolesterol.

Bandingkan dengan Mereka yang di atas sana, atas nama ekonomi menyimpan ribuan sampai ratusan juta dollar amerika. Semua Capres/Cawapres punya simpanan dollar, Hebat sekali mereka. Lah kalo rakyat kecil ikut-ikutan beli dollar rupiahnya mau di apakan? Sebel deh ahhh...
Dollar-dollar nya hanya untuk bayar rumah sakit luar negeri ngobati kolesterol.

Rakyat indonesia memang terkenal kuat, kuat dari hantaman rasa sakit, sakit beneran maupun sekedar sakit hati. Jadilah ikhlas...menerima semuanya hanya karena Gusti Allah, Menjerit, menangis juga kepada Allah, Tuhan yang maha mengasihi.
Sedekah dari petani satu ke petani lain, pedagang satu ke pedagang lainnya. Saling membutuhkan, bukan saling terkam yang di contohkan perusahaan-perusahaan global itu.

Kesimpulan saya di hari senin yang serius ini, selama kita masih suka sedekah, selama kita masih mau kerja keras, selama kita masih mau saling membantu bahu membahu, ( ini kata2 SBY bukan ya?) Krisis ekonomi globalnya pasti mental( balik ke negeri sumber krisis).
Subhanallah...walhamdulillah...wala-ila-haillallah...wallahu akbar.

Rabu, 20 Mei 2009

Golden Shake Hands ngalur ngidul.

Sudah tiga bulan ini, proses pencarian usaha baru belum juga menemukan Usaha yang pas untuk di kerjakan. Waktu senggang cuma di isi fb dan klak-klik tools di ipot atau pun etrading. Dari beberapa informasi kawan kawan , ceritanya hampir sama. Bagaimana situasi usaha mereka saat ini yang kembang kempis, Uang yang tak berputar atau bahkan kehabisan uang untuk membiayai operasional usahanya.
Saya mungkin lebih beruntung dari kawan-kawan, tapi bukan berarti lebih tenang dari mereka, saya bersyukur masih mendapatkan income bulanan baik gaji ataupun uang bensin dari toko, tapi semua itu sudah dalam tahap pengetatan, akibatnya jajan juga jadi terbatas, sesekali saja.
Hasil perdagangan saham belum banyak memberikan kontribusi, karena memang tujuan awalnya untuk belajar dan investasi jangka panjang. Jadi kalo kawan2 mau di traktir dari hasil yang ini,......siap siap saja kecewa, belum saatnya brurrr.

Golden shake hands dari perusahaan yang selama ini di harapkan semakin kabur. Tapi tak apa, tunggu saja sampai waktunya tiba. Sampai lembaga ini memahami esensi dari keinginan orang-orang yang sudah" tercampakkan". Di lembaga ini saya sudah tak dapat melihat cahaya, semua gelap.
Saya mau tetap berkarya, dan ruang untuk karya itu harus saya buat sendiri, sebagai tempat saya bermain.
Di luar sana saya masih bisa melihat, begitu banyak pilihan, kesempatan, peluang dan harapan juga kawan yang dapat di rangkul atau pun lawan yang harus di pukul sampai tersungkur.

Istri, ketiga orang putriku, Abang Dani dan keluarga, Heni pengasuh anakku, tariman si tukang kebunku,.... mereka adalah bagian sumber kekuatan saya. Istriku tak sanggup menerima suaminya jika di sebut pengangguran, Anakku belum rela menerima jika bapaknya jadi petani. Tapi menurut saya,...gak penting profesinya apa, yang penting kebutuhan ekonominya tercukupi. Urusan sosial kemasyarakatan di lingkungan tetap terjaga dan ........
Heheheheh...padahal sesungguhnya saya selalu ingin dekat dengan anak-anak dan istri tentu. Tapi kalau masih begini....Mau nambah anak ya..mikir, buat apa kalau di tinggal terus? Hahahahah.......

Sabtu, 02 Mei 2009

DAGANG DI BURSA EFEK

Awal tahun 2009, saya tergoda untuk ikut berdagang di bursa efek indonesia. Dan beberapa kali berkomunikasi dengan kawan kawan, baik yang sudah menjadi member maupun yang belum. Kawan yang sudah menjadi member, menyemangati dan yang lain mengingatkan untuk hati hati.

Dan empat bulan kemudian, pertengahan april lalu saya memastikan untuk berdagang di Bursa saham, melalui perusahaan sekuritas etrading( http://www.etrading.co.id).
Tentu keputusan saya ini sudah mempertimbangkan masukan dan reaksi kawan kawan. Saya akui, ini juga dipengaruhi situasi tidak menentu dari rencana usaha usaha yg sempat muncul. Dari Digital printing, Bengkel, Rumah makan atau yg lain nya. Semua di hadapkan pada tembok besar yang seolah tidak dapat di dobrak. Investasi besar yang memunculkan kekhawatiran besar pula. Bisnis yang menguntungkan dan menjanjikan tapi sekaligus membuat pusing tujuh keliling untuk mendapatkan omset yg di inginkan dalam situasi ekonomi yang menurun.

Contoh paling kongkrit sudah dilakukan Jhoni, kawan sekaligus tetangga satu kampung. Buka cabang baru toko furniture di kawasan Paramount Gading serpong. Dua bulan lalu sewa ruko pertahun 35jt, sementara omset jualan di toko barunya rata2 300-500rb, apa gak celaka namanya?...eh tapi Jhoni senyum senyum aja tuh.

Sampai pada kesimpulan, bahwa resiko yang selalu di khawatirkan itu, apapun usaha atau bidang bisnis yang di jalankan pasti ada. Dan kalo saya melihat kebelakang, apa yang saya lakukan kemarin, Tanpa sadar Saya juga telah mengambil resiko yang begitu besar di luar kapasitas saya saat itu. Belanja bibitan anthurium 4-5daun lebih dari seratus juta dan kemudian mati tak berbekas karena tak sanggup memeliharanya akibat hancurnya harga sampai ke jurang kegelapan. Belanja indukan anthurium dari harga 15 jutaan sampai 75 jutaan, total jendral sudah saya habiskan lebih dari 500jutaan untuk tanaman tanaman ini( ini yang kelihatan dan masih ada, tidak di gondol maling). Dan terakhir harga harga aglaonema pun ikut hancur.
Pertanyaan kemudian muncul, dari mana saya mendapatkan uang sebanyak itu sementara saya hanyalah seorang karyawan kecil? jangan dikira ada bos yang mendanainya. Itu hasil ketekunan dan kesabaran saya selama masuk di dunia tanaman hias. Bagian mimpi indah saya yang di bumbui oleh keberuntungan keberuntungan.
Dan saya bersyukur, masih mempunyai portofolio untuk mengisi kehidupan kedepan......hehheehhe serius amat sih.

Kembali ke Bursa, Pengalaman pengalaman kemarin mengingatkan saya untuk lebih hati hati, tidak serakah dan tidak gegabah. Bursa buat saya tidak sekedar ingin kaya semata, bukan buat gagah gagahan tapi sebagai wadah untuk mendapatkan solusi dari kebuntuan dari wacana wacana yang pernah ada. TAKE ACTION. Tentu saya berharap bisa berhasil berdagang di bursa dan membawa manfaat, makmur dan tetap bisa beraktifitas sebagaimana mestinya.

Sangat berarti buat saya bila istri dan keluarga serta kawan kawan memahami keputusan saya. Tidak lupa.....doa restunya, semoga membawa keberkahan untuk saya , keluarga, kawan kawan dan lingkungan dimanapun saya berpijak. amiin

Jumat, 27 Maret 2009

Panen padi gogo di sukamanah

Liburan nyepi kemarin, kuhabiskan waktu seharian di desa sukamanah tigaraksa tangerang. Setelah empat bulan lamanya padi padi Gogo yang di tanam pak haji sulaeman di kebunku, kemarin kami panen. Dari petakan petakan kebun yang sudah di tanam pohon alpokat dan lengkeng, di padukan dengan tanaman padi gogo. Hasil panen yang lumayan untuk kebutuhan hidup pak haji sulaeman yang aku aku percaya untuk menggarap kebun. Tanah gembur itu kini kembali dipenuhi oleh rumput dan sisa sisa jerami, tampak berantakan . Pohon pohon Akasia dan pohon jati yang ada di sebagian petakan sudah mulai membesar. Terbayang di angan, nanti kebun ini akan berubah dengan hijaunya daun daun pohon buah buahan dan pohon jati, sungguh pemandangan yang indah dan membanggakan dapat berpartisipasi menghijaukan bumi yang sudah tua dan keriput.

Suatu saat mungkin aku akan tinggal di desa ini, menyingkir dari hiruk pikuk kesombongan kota. Akan kupersiapkan istana tempatku sekeluarga istirahat di akhir minggu. Dikelilingi padi padi gogo dan pohon buah buahan nan hijau dan kambing2 yang mengembek minta rumput atau minta kawin.
Menikmati nasi hangat dari beras beras segar tanpa pengawet, makan sayur sayuran organik di kombinasikan dengan ikan asin sepat buatan istri plus sambal pedas dari cabe-cabe di pekarangan.

Panen padi gogo pertama dari kebun, menambah semangat untuk terus memberdayakan potensi pertanian dan perkebunan di desa sukamanah. Sebuah khayalan yang terus kucoba untuk di kerjakan.

Senin, 23 Februari 2009

Perjalanan pertama ke Majalengka

21 pebruari lalu, bersama teman survei ke wilayah majalengka. Perjalanan malam, berangkat dari tangerang jam 11 malam melewati jalur tol cikampek-cipularang-cileunyi, lanjut ke arah jatinangor-cadas pangeran naik turun kiri kanan, jalan berliku-liku. Jam 5.30 kami sudah memasuki kota majalengka, terus ke arah Salagedang dan perhentian terakhir di desa Rajagaluh.

Ini kali pertama kami berkenalan dengan wilayah majalengka. Berkenalan dengan pak maman, yang kami minta untuk menemani memasuki desa desa tempat budidaya tanaman buah. Ada sentra pembibitan tanaman mangga, durian, lengkeng, pete, mahoni, jati, melinjo, jambu dlsb.

Bertemu dengan pak Juhad. Beliau ini petani lengkeng yang spesialis memperbanyak bibit bibit lengkeng dengan tehnik tempel susu. Dalam waktu singkat kami banyak belajar dari pak Juhad segala sesuatu tentang lengkeng. Dan kami langsung memutuskan untuk membeli 500 bibit lengkeng yang tersedia dari pak Juhad.

Perjalanan kami lanjutkan menuju desa Gunung Kuning. Jalan sempit menanjak dengan sudut kecuraman yang"mengerikan" dapat di lalui dengan selamat. Singkat cerita sampai lah di kebun petani durian. Puluhan ribu bibit durian monthong dan sitokong tersedia di wilayah ini. keahlian dan kerja keras petani patut di acungi jempol, Patut di tiru.
"Pohon durian sudah berbuah, sudah ada yang nawar 2jt tapi tidak diberikan" celoteh sang petani penuh rasa bangga.

Menyaksikan ketekunan dan kegigihan petani di wilayah ini menimbulkan semangat optimis ditengah tengah kegelisahan dari ancaman gersangnya kebun kami, gersangnya tanah tanah akibat pembangunan perumahan dan pabrik pabrik.
Dari puncak desa gunung kuning, saya melihat jakarta dan sekitarnya, dari majalengka saya melihat indonesia hijau yang dapat mengobati kekhawatiran akan Global warming.

Karena keterbatasan waktu, tepat jam 2 siang kami pulang menuju Tangerang dengan membawa semangat optimisme itu dengan hati berseri seri sampai lupa kalau kami belum mandi dan tidak gosok gigi seharian dan belum tidur pula. Mulut terkunci karena lengket dengan gigi. Tak apa, sebongkah harapan kami bawa dari Majalengka.

Selasa, 17 Februari 2009

dihadapanmu

Pagi yang indah, datang menyambut gairah
Hawa dingin masih menyelimuti kulit
Panggilan adzan membangunkan  jiwa raga
Di hadapanMu, tak bisa lagi berkelit

Penyerahan diri, takluk akan keAgunganmu
Pengakuan atas kekuasaan Mu

Jumat, 30 Januari 2009

Temu Wicara Petani

Kali ini saya mau cerita (nostalgia) acara TVRI jaman dulu, pertengahan tahun delapan puluhan, waktu sekolah masih pake celana pendek warna biru. Dari TV National hitam putih kebanggaan Ayah. Setelah shalat isya biasanya ayah saya, selalu mengajak nonton acara temu wicara petani dengan Pak Harto, presiden republik ini waktu itu.

Saya ingat betul, Pak Harto selalu memotivasi para petani untuk selalu bekerja dengan giat, tekun dan sabar sehingga mendapat kemudahan rejeki dari hasil panen yang melimpah. Jaman itu sedang terjadi eforia swasembada beras 1984.
Yang paling berkesan ketika Pak Harto meng-ilustrasikan Budidaya kelapa hybrida bagi setiap keluarga petani, yang dari hasil panen kelapa tersebut dapat membayar pajak bumi dan bangunan, sehingga pemerintah pun dapat melanjutkan pembangunan negara dari pajak yang di bayarkan rakyat sesuai dengan garis garis besar daripada haluan negara( GBHN ).

Saat ini saya lagi keranjingan menanam pohon, terutama tanaman buah, tidak terlepas dari logika yang dulu pernah saya dengar dari pak harto langsung( TVRI ). Hitung hitungan yang sederhana, tidak muluk muluk. Buah yang di panen nantinya dapat menutupi Pajak Bumi dan Bangunan plus dapat memberikan asupan vitamin untuk saya dan keluarga. Bahkan kalau panen buah buahannya  berlimpah bisa jajan bersama anak istri.

Kini acara temu wicara pemimpin negara dengan petani sudah langka, mungkin karena saya sudah jarang nonton TVRI, jadi saya tidak tahu.
Asyik juga punya presiden yang bisa dekat dengan rakyatnya....wuihhh ngarep benerrr.

Terus maksudnya apa nulis beginian? Suerrrr gak punya maksud terselubung, cuma mau ngajak ente ente semua , yuk sing sing kan lengan, tenaga dan uang untuk ikut menanam pohon.
Dan jangan lupa pilih tanaman kesukaan yang bisa menghasilkan rupiah, seperti rambutan, mangga, jambu atau alpukat. Mulai sekarang cobalah dan rasakan nikmatnya berkebun.

Kamis, 29 Januari 2009

Pohon Kumurui

Tanaman Kumurui adalah salah satu jenis tanaman yang di manfaatkan untuk bumbu masak oleh kalangan ibu ibu yang berasal dari aceh. Biasanya di gunakan untuk memasak daging atau ikan. Bagian yang di gunakan untuk bumbu masak hanya daunnya saja, sama seperti daun jeruk purut untuk memasak daging. aroma nya wangi, menurut bunda tetangga sebelah rumah yang berasal dari NAD, daun kumurui dapat membuat masakan menjadi empuk dan dapat menghilangkan aroma hanyir. Buah dari pohon kumurui ini bergerombol, sebesar biji kopi dan kalau sudah masak berwarna ungu gelap, rasanya manis bercampur pahit ber-aroma mint( tidak di rekomendasikan untuk di makan, khawatir nanti mabok ).

Saya saat ini sedang membudidayakan pohon ini, baru tahapan penyemaian. Sudah pada tumbuh, kira kira 4 minggu lagi siap di pindahkan ke polybag. Tanaman ini di jabotabek sangat sulit di temukan, kalau di aceh sana bisa jadi masih bejibun.
Ibu ibu yang terbiasa masak daging atau ikan dan membutuhkan tanaman ini, hubungi saya saja....heheheh.

Ada dua jenis pohon kumurui, Kumurui hijau dan kumurui merah. Konon kumurui merah lebih berkhasiat. Gak tau khasiatnya seperti apa, bagi yang kepengen tahu khasiatnya, experiment saja sendiri ya. yang jelas kalo di gunakan untuk bumbu masak, dijamin masakan anda tidak bau dan bisa menggoda tetangga untuk mencicipi.
selamat berburu pohon kumurui.

Selamat Datang Hujan

Memasuki awal bulan pebruari ini, hujan sudah mulai sering menyapa setiap pagi atau sore hari. Tanah yang kering kerontang sudah mulai di tumbuhi rumput rumput liar yang hijau dan segar. Sawah sawah yang tanahnya terpecah belah kini sudah di genangi air, dan kerbau pun tak mau ketinggalan, membuat kubangan dan bergembira ria.

Sayapun bersyukur, Hujan telah membasahi kebun alpukat dan menyuburkan semua tanaman yang ada di kebun. Namun tetap saja hujan membuat pusing juga, soalnya rumput liar semakin besar dan subur.

Bagaimanapun, hujan adalah berkah kehidupan di bumi. jadi jangan sia siakan air hujan yang turun dan berubah menjadi bencana hanya karena kelalaian kita.

Karena hujan, saya tahu kalau ada genteng rumah yang sudah rapuh dan pecah. Karena hujan saya tahu kalau ada banyak sampah di got depan rumah. Selamat datang hujan, basahilah bumi ini sesukamu, dan jangan pernah mau kalau di suruh pindah oleh si pawang hujan.

Rabu, 21 Januari 2009

Kios bunga segitiga

Sudah 3hari ini saya bangun kios bunga di samping rumah, masih ada 20m2 tanah kosong berbentuk segitiga. dengan bahan bahan bangunan eks lapak bunga dasana indah. Awalnya untuk tempat penampungan sementara tanaman hias sebelum di pindahkan ke tigaraksa.
Di pikir pikir lagi, kenapa gak sekalian aja jualan di rumah, terutama hari sabtu minggu. gak pikir panjang, saya suruh tukang buat meja2 tanaman. Sabtu depan tampaknya sudah selesai dan langsung bisa jualan.
Jangan heran kalo kawan kawan berkunjung kerumah, 270 derajat rumah saya di kelilingi tanaman. Tentu saya berharap, semua orang yang memandang akan merasa senang karena dapat menikmati keindahan bunga bunga adenium dan keunikan dari pachypodium. Apalagi aglaonema si ratu daun dan anthurium si raja daun.

Senang rasanya bisa menjadi inspirasi bagi tetangga untuk ikut berpartisipasi menghijaukan halaman rumah mereka.
Ada tetangga yang berpesan apa gak takut hilang tanaman tanamannya? saya cuma senyum senyum saja. Dalam hati saya, sudahlah biarkan saja kalo memang si maling suka. toh tidak mengurangi rizki yang di berikan Allah kepada saya dan keluarga.

Dan  ada komentar komentar yang menggelitik, Belum tiga bulan bangun sekarang ngebangun lagi. hebat amat......
Jangan dikira saya bangun kios ini keluar duit gede....gak lah. Batako, kayu, bambu, pasir semuanya saya bawa dari lapak bonang. paling beli paku, semen dan bayar tukang. Total jendral paling habis 1juta dan sudah bisa usaha......hahahahahaah cari duit cari duit kata tukul.

Nah kesempatan.....saya mohon doa restu dari kawan kawan doain biar lancar jaya kios bunga segitiga saya. Laris manis tanjung kimpul, bunga laris duit ngumpul.

Jumat, 16 Januari 2009

Lapak Bunga Di Tigaraksa

Awal Pebruari 2009, Tampaknya saya kembali harus kerja keras mutar otak(mikir bukan triping). Pasalnya saya mau buka cabang lapak Balekembang, Outlet penjualan bunga yang selama ini menopang kehidupan orang orang di sekeliling saya. Membutuhkan tambahan satu tukangkebun untuk merawat dan mengembang biakkan tanaman.

Luas area yang akan di pakai cukup luas 1000m2. Rencananya saya akan lebih banyak "bermain" tanaman buah buahan dan pertamanan atau penghijauan. Investasi awal yang di butuhkan berkisar 15juta untuk lokasi selama dua tahun kontrak dan 30jt untuk belanja saprotan dan tanaman.

Bisnis tanaman dalam kondisi ekonomi seperti sekarang adalah tantangan besar, Penjualan yang sudah merosot tajam, lokasi baru dan jauh dari rumah. Namun saya melihat ada peluang yang sangat besar untuk menambah pundi pundi keuangan saya.hahahahahah........belagu amat sih. Semangat ini yang selalu saya jaga, karena saya tahu kalau saya berdiam diri tidak akan mampu mencapai impian impian saya yang pernah terlontar di sanubari ini.

Tentu saya banyak berdoa untuk keberhasilan dari usaha ini dan tak lupa juga saya mohon doa restu dari kawan kawan, kerabat dan sejawat.

Jumat, 09 Januari 2009

HNP lumbal 5/6

Sudah lima hari ini Saya berangkat kantor siang hari dan pulang jam 11 malam(pasti sampe rumah). Dan sudah 5 hari pula saya gak ketemu muka dengan anak pertama, Yovi syarifa. Kangen juga neeh. Jangan di kira saya bisa nyelonong masuk kamar anak-anak, pada di kunci. Jadi gak bisa lihat udah pada mimpi atau masih sms dengan teman2nya.
Akhir akhir ini, pinggang dan kaki kiri tersasa tegang, berat dan kaku. Sampe rumah langsung minta di pijat sama istri, depan Tv channelnya tawa sutra, ini tehnik perenggangan otot. Menu special yang di sajikan istri sebelum di pijat , rambutan. Waktu nulis ini, pinggang juga lagi berat banget, pengen buru buru pulang, pijat dan menyantap rambutan.

Anda tahu? sugesti saya kok ke rambut ya. Setelah potong rambut minggu lalu, gangguan kesehatan muncul lagi. 5tahun lalu saya di vonis HNP lumbal 5/6 dan harus di operasi. Padahal selama rambut gondrong kemaren, keluhan seperti ini jarang muncul. Saya lagi melawan sugesti itu. Buat saya Allah swt, mengingatkan bahwa saya sudah tidak muda lagi, betapapun saya berusaha untuk tampil energik, fresh dan ceria.

hahahahah......, ya Allah ampuni hambamu yang suka ngeyel ini, karena hamba tahu hanya engkau yang maha luas memahami pribadi yang kutukupret ini.
Perhatikan saja, tulisan ini juga amburadul,daripada tegang  nahan rasa sakit ya nulis saja seadanya. Kadang rendah, kadang meninggi seiring denyut nadi ahh soontoloyo, penyakit kutukupret enyah lah dari tubuhku.
Saya ini masih muda, baru mau 37th, belum berangkat haji, istri masih oke, gak pantaslah sakit sakitan, jadi pergilah.....tak mau aku kau datang secepat ini...pergilah...perrrgiiiii.
Besok mau coba ke atfg-8, pijat brurrr. semoga sembuh ..amiin.


Rabu, 07 Januari 2009

Rejeki di halaman rumah

Banyak obrolan dengan kerabat, tetangga dan kawan kawan di tahun 2008 tentang perkembangan ekonomi yang sampai saat ini mereka masih belum menemukan solusinya. Ada yang ingin buka warung , ada yang mau ternak entog, ada yang mau ternak ikan dan lain2. Semua keinginn kawan2 itu sampai sekarang tidak terlaksana. Mungkin setelah di hitung2 untungnya gak seberapa dan atau resiko rugi yang besar.

Saya tetap dengan rencana awal, Mengajak tetangga, dan kawan2 memberdayakan potensi yang ada di sekeliling rumah. Punya pohon mangga, jambu, belimbing dan lain2.
Jangan tebang pohon buah buahan yang ada di depan rumah anda,berapa biaya sekali tebang berikut buang sampahnya? jadikan pohon buah buahan sumber pendapatan tambahan untuk kebutuhan rumah tangga.
Bagaimana caranya? hasil buah yang ada tidak seberapa.Tapi lumayan buat bayar uang kebersihan dan keamanankan?

Mulai sekarang coba rencanakan setiap kali anda mau menebang pohon buah buahan yang sudah rindang itu. Sebelum di tebang cabang-cabang utamanya, cangkok dulu dahan-dahan/ cabang cabangnya. Dalam waktu satu bulan sudah ada akar cangkok dan siap di pindahkan ke polybag. Gak ada satu dahan pun yang terbuang percuma.

1 cangkokan mangga dihargai 15-20ribu rupiah, cangkokan jambu air 7-10rbrupiah, belimbing 7-10rb rupiah, di borongkan saja ke pedagang tanaman terdekat. Ingat ini kerjaan iseng dari pada ditebang dan dibuang percuma. Hasilnya seuai dengan jumlah cangkokan yang ada.
kalo dapat 20 cangkokan, ya dapet 300-400ribu rupiah.
Kalo pengen dapet lebih gede lagi, ya punya kebun pembibitan dong. Bayangin kalo punya 10 ribu atau 20 ribu bibit buah-buahan. Hitung saja sendiri hasil yang bakal anda dapatkan, Kerja keras anda pasti membuahkan hasil yang besar.

Pertanyaan kemudian muncul, kalo punya banyak cangkokan, pasarnya emang ada?
sorri jawaban saya,.....Anda mencari jawaban untuk sesuatu yang belum anda lakukan, jadi jawabannya gak mau muncul.
Lets go green.

Selasa, 06 Januari 2009

Impian Lama Tahun baru

Selamat Tahun baru 2009, dan Salam Sukses selalu. Bersyukur dapat melewati tahun 2008 yang terjal bagai rollercoaster. Meliuk liuk, naik turun jadi pusing dan akhirnya muntah muntah. Di tahun baru ini, mata berbinar-binar penuh harapan dan kedamaian.

Langkah awal tahun 2009, POTONG RAMBUT, POTONG KUMIS DAN JENGGOT, tampil klimis. heheheheh.....kata bini" licin kayak ikan lele", Berubah euy....

Kegiatan Liburan panjang akhir tahun dan di awal tahun ini cukup memuaskan. Tanaman Alpokat dan lengkeng selesai di tanam. Sekarang saya sudah punya kebun Buah buahan, mimpi Awal waktu saya buat blog ini sudah kesampaian. Nanti kalo masa panen saya pasti cerita, tunggu 3-4 tahun lagi....heheheh. Impian dahsyatnya saya bisa mengatur berapa besar pendapatan yang saya mau, Pede abis nih.

Rencana selanjutnya membuat kebun pembibitan buah-buahan dan membuat kebun pengelolaan kompos.
Membutuhkan paling tidak 2 orang tenaga kerja serabutan alias serba bisa. Bisa mencangkok, bisa okulasi, bisa menyiram, bisa mencangkul dan bisa buat kompos.
Tentu Saya merasa tersanjung, bisa berbagi rizki dan saling memberdayakan keunggulan dengan yang lain.

Gak lupa, saya tetap berdoa untuk tetap fokus dan semangat